HEADER 2021

on . Dilihat: 115

“Kisah Habil dan Qabil”

WhatsApp Image 2021 05 10 at 12.25.06

 

 

Dalam surat Al Maidah ayat:27  “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".  (5: 27)

diceritakan dalam riwayat-riwayat Islam dan kitab Taurat, bab keempat disebutkan, Nabi Adam AS pada awalnya memiliki dua anak laki-laki yang masing-masing bernama Habil dan Qabil. Habil adalah peternak dan penggembala, sedang Qabil adalah petani dan bercocok tanam.

Habil telah mempersembahkan seekor kambingnya yang terbagus sebagai korban, namun Qabil menginfakkan hasil pertaniannya yang terburuk untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena itulah nazar dan persembahan Habil diterima, sedang nazar dan persembahan Qabil ditolak disisi Allah SWT.

Perkara ini telah diberitahukan kepada  Nabi Adam AS dan mereka berdua melalui wahyu, atau melalui jalan lain. Qabil adalah seorang yang suka hasud, pendengki dan berhati gelap, bukannya memperbaiki diri dan menebus kesalahan masa lalunya, malah tumbuh didalam hatinya niat untuk memusnahkan saudaranya. 

Pada akhirnya sifat dengki telah membuatnya memutuskan untuk membunuh saudaranya itu. Adapun Habil adalah seorang yang berhati bersih dan berkepribadian bersih pula. Dalam menjawab tindakan saudaranya itu ia mengatakan, diterima atau tidaknya pekerjaan-pekerjaan kami disisi Allah SWT bukan tanpa dalil dan perhitungan, maka dari itu sia-sia belakalah kamu melakukan hasud kepadaku, karena Allah SWT pada akhirnya hanya akan menerima persembahan dan korban yang dilakukan dengan penuh ikhlas dan takwa, dari siapapun dan sebesar apapun. Disisi Allah benda apapun yang dipersembahkan, selama ia bagus dan bersih pasti akan diterima, jika tidak maka ia tidak ada nilanya sama sekali.

 

 

 

 

WhatsApp Image 2021 05 10 at 12.24.51

Dari ayat tadi terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik. Pertama, Sejarah para tokoh terdahulu merupakan pelita dan jalan penerang terbaik bagi generasi mendatang. Kedua, Perbuatan yang baik saja tidaklah cukup, namun harus ada niat baik yang dijadikan acuan untuk beramal, sehingga ia akan memberikan poin dan nilai kebaikan. Ketiga, Hasud dan dengki hingga sampai pada batas melenyapkan persaudaraan juga dapat terjadi, sebagaimana yang terjadi pada Yusuf as dan saudara-saudaranya. Setan membakar rasa hasud mereka, sehingga mereka dipisahkan jauh dari Yusuf.

Kultum diatas disampaikan oleh Hakim Pengadilan Agama Tanggamus Saiful Rahim,S.H.I, MH pada hari ini Senin, 10 Mei 2021 selepas shalat zuhur  berjamaah di Mushalla Al-Mahkamah Pengadilan Agama Tanggamus, yang dihadiri oleh Pimpinan, Hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional serta karyawan Pengadilan Agama Tanggamus. Acara tersebut diakhiri dengan tadarus bersama. (TIM Redaksi PA. Tanggamus).

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Terimakasih Telah Berkunjung di Website Resmi Pengadilan Agama Tanggamus Kelas 1B